Donkrak Kualitas Pelajar, Kemenag Naikkan Standar Kelulusan

RUWAQ.ID, Jakarta – Animo pelajar Indonesia untuk mengikuti seleksi perguruan tinggi Timur Tengah setiap tahun terus mengalami peningkatan. Sebagaimana yang ditelusuri oleh RIC dari situs Kemenag, peserta yang mengikuti seleksi perguran tinggi Timur Tengah pada tahun 2018 hampir mendekati angka 10 ribu orang dengan kelulusan ke Al-Azhar Mesir mencapai angka 1.800 ribu orang.

Baca Juga: RIC Buka Bimbingan Online Tes Timur Tengah Gratis

Tentu saja hal ini sangat menggembirakan karena banyak utusan dari Indonesia yang menimba ilmu ke Timur Tengah, terutama ke Al-Azhar Mesir. Namun di sisi lain, pihak Kementrian Agama menilai bahwa tingginya jumlah kelulusan membuat kualitas mahasiswa yang lulus tersebut menjadi rendah. “Setelah dites Bahasa Arab kembali oleh pihak Al-Azhar, hasilnya banyak nilainya yang di bawah standar,” kata Iwan Yusuf, Kepala Seksi Kerjasama Kementrian Agama. Ia juga menambahkan bahwa dari 1.800-an mahasiswa yang mengikuti tes Tahdid Mustawa yang diadakan oleh Al-Azhar, yang bisa lolos untuk langsung kuliah hanya satu orang. Sementara sisanya harus menunggu untuk mengikuti kelas persiapan bahasa Arab.

Untuk menangani masalah ini, pihak Kementrian Agama akan menaikkan standar kelulusan dalam menghadapi Seleksi Perguruan Tinggi Timur Tengah. “Untuk tahun ini, kita mementingkan kualitas dari pada kuantitas”, tuturnya. Ia mengatakan bahwa standar kelulusan untuk tahun 2018 berada di angka 7, dan tahun 2017 di angka 6,5. Untuk tahun 2019 ini, Kementrian Agama menaikkan standar kelulusan tersebut ke angka 8. “Mudah-mudahan dengan angka 8 ini akan membuat potensi bahasa yang dimiliki (mahasiswa Indonesia yang lulus ujian) lebih baik dari tahun sebelumnya”, ungkap Iwan.