1891 Camaba Ikuti Ujian Tahdid Mustawa

Sebanyak 1.891 orang calon mahasiswa baru (camaba) Universitas Al-Azhar mengikuti ujian Tahdid Mustawa pada Senin (24/12) kemaren. Ujian penempatan level ini, berdasarkan informasi dari KPP Maba,  diadakan di dua tempat yaitu gedung Markas Lughah dan Masjid Az-Zahro, Kairo, Mesir. Proses ujian ini  ditinjau langsung oleh Wakil Ketua Organisasi Internasional Alumni Al-Azhar (OIAA) cabang Indonesia Dr. TGH. M. Zainul Majdi bersama Sekjek OIAA Dr. Muchlis M. Hanafi.

Baca Juga: RIC Buka Bimbingan Online Tes Timur Tengah Gratis

Ujian Tahdid Mustawa adalah sebuah aturan yang diterapkan oleh Al-Azhar bagi Calon Mahasiswa Baru (Camaba) Al-Azhar Kairo yang lulus seleksi Kemenag. Aturan ini mengharuskan para camaba untuk mengikuti seleksi untuk penentuan level Daurah Lughah (persiapan Bahasa Arab) yang nantinya akan diikuti sebelum masuk bangku perkuliahan. Materi yang diajarkan di Daurah Lughah ini berkaitan dengan ilmu-ilmu bahasa Arab seperti:

  1. Nahwu (ilmu membuat kalimat)
  2. Sharaf (ilmu mengubah kata)
  3. Insya’ (kemampuan membuat karangan bebas)
  4. Qiraah (kemampuan baca kitab)
  5. Istima’ (kemampuan pendengaran)
  6. Kalam (kemampuan berbicara)
  7. Tarjamah (kemampuan mencari sinonim kata)

Ketujuh hal ini harus dikuasai oleh camaba untuk menentukan jenjang Daurah Lughoh yang akan mereka ikuti nantinya.  Aturan ini harus diikuti oleh seluruh camaba Al-Azhar baik yang berangkat dengan jalur beasiswa ataupun non beasiswa.

Terdapat tujuh buah tingkatan untuk Daurah Lughoh, yaitu:

  1. Mubtadi’ Awal
  2. Mubtadi’ Tsani
  3. Mutawasith Awal
  4. Mutawàsith Tsani
  5. Mutaqaddim Awal
  6. Mutaqaddim Tsani
  7. Mutamayyiz

 

Dengan adanya aturan ini tentunya membuat camaba yang baru datang ke Mesir tidak bisa langsung masuk di bangku perkuliahan. Meski bebeda dengan beberapa tahun sebelumnya, hal ini tetap dipandang positif untuk menaikkan kemampuan Bahasa Arab mahasiswa sehingga tingkat kelulusan di bangku perkuliahan pun juga turut naik.